Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija

Diserbu Kabut Asap, Pemko Padangpanjang Liburkan Sekolah 2 Hari

Diserbu Kabut Asap, Pemko Padangpanjang Liburkan Sekolah 2 Hari
Para pengendara melintas di tengah kabut asap tebal di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru, Riau, Senin (23/9) pagi. (hasan)
Senin, 23 September 2019 10:49 WIB
PADANGPANJANG - Kabut asap tebal juga menyerbu Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, sejak beberapa hari lalu. Karena dianggap membahayakan keselamatan siswa, maka Pemerintah Kota Padangpanjang mengambil kebijakan meliburkan sekolah selama dua hari, 23-24 September.

Dikutip dari republika.co.id, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Padang Panjang Desmon, mengatakan, meski sekolah diliburkan, namun siswa tidak libur belajar. Siswa tetap belajar secara mandiri di rumah, diawasi orangtuanya masig-masing.

''Belajarnya tidak libur. Hanya sementara dilaksanakan di rumah siswa masing-masing dan diawasi oleh orang tua,'' kata Desmon di Padang Panjang, Senin (23/9).

Menurutnya, kualitas udara di wilayah Padangpanjang sudah masuk level tidak sehat. Siswa diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari risiko akibat menghirup udara tidak sehat.

''Meski tidak ke sekolah, siswa jangan banyak bermain di luar. Tetap isi waktu dengan belajar di rumah seperti ketika di sekolah. Kami harap orangtua untuk mengawasi aktivitas anak,'' kata Desmon.

Sementara itu, bagi kepala sekolah, guru, dan pegawai tetap menjalankan tugas seperti hari biasa, yaitu menyelesaikan administrasi sekolah dan media pembelajaran.

Para guru juga diminta untuk menyampaikan materi pembelajaran secara mandiri kepada orangtua dan siswa sebagai bahan belajar bagi siswa untuk dua hari ini selama aktivitas belajar dilaksanakan mandiri di rumah.

Desmon mengatakan, Disdikpora bersama Dinas Pemukiman dan Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dan BPBD Padang Panjang terus memantau kualitas udara di daerah itu. Jika kualitas udara pada hari berikutnya tidak lebih baik, pihaknya segera menginformasikan kembali terkait pelaksanaan kegiatan belajar kepada para orangtua dan siswa.

Sebelumnya, BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang menyatakan, kualitas udara Sumbar masuk level tidak sehat dari pantauan konsentrasi partikulat (pm10) pada Sabtu (21/9). Pola angin secara umum mengarah dari arah tenggara yang merupakan lokasi paling banyak terdeteksi hotspot dan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Udara di Sumbar secara merata sudah terpapar polutan berdasarkan parameter kekeruhan udara (AOD) yang sudah menunjukkan angka di atas satu. Padangpanjang bersama Bukittinggi, Payakumbuh, dan Sawahlunto merupakan daerah yang terpantau diselimuti kabut asap lebih pekat dibanding daerah lain di Sumbar. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww