Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Edhy Prabowo Tersangka, 'Opung Luhut' Dapat Job Baru sebagai Menteri KKP Ad Interim
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Edhy Prabowo Tersangka, Opung Luhut Dapat Job Baru sebagai Menteri KKP Ad Interim
2
Komaruddin Simanjuntak Tawarkan Konsep Perubahan
Olahraga
17 jam yang lalu
Komaruddin Simanjuntak Tawarkan Konsep Perubahan
3
DPD RI Minta Percepatan Pembangunan Sirkuit Mandalika dan Penunjangnya
Umum
18 jam yang lalu
DPD RI Minta Percepatan Pembangunan Sirkuit Mandalika dan Penunjangnya
4
Cerita Mantu Jokowi, Dapat Dukungan PAN Gara-gara Irvan Herman
Politik
22 jam yang lalu
Cerita Mantu Jokowi, Dapat Dukungan PAN Gara-gara Irvan Herman
5
Duit Suap Benih Lobster Dipakai Edhy Prabowo Beli Tas Hermes, LV hingga Jam Rolex
Peristiwa
9 jam yang lalu
Duit Suap Benih Lobster Dipakai Edhy Prabowo Beli Tas Hermes, LV hingga Jam Rolex
6
Waket MPR: Prioritaskan Vaksin Merah Putih, Gratiskan untuk Rakyat Miskin
Nasional
21 jam yang lalu
Waket MPR: Prioritaskan Vaksin Merah Putih, Gratiskan untuk Rakyat Miskin

Diserbu Kabut Asap, Pemko Padangpanjang Liburkan Sekolah 2 Hari

Diserbu Kabut Asap, Pemko Padangpanjang Liburkan Sekolah 2 Hari
Para pengendara melintas di tengah kabut asap tebal di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru, Riau, Senin (23/9) pagi. (hasan)
Senin, 23 September 2019 10:49 WIB
PADANGPANJANG - Kabut asap tebal juga menyerbu Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, sejak beberapa hari lalu. Karena dianggap membahayakan keselamatan siswa, maka Pemerintah Kota Padangpanjang mengambil kebijakan meliburkan sekolah selama dua hari, 23-24 September.

Dikutip dari republika.co.id, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Padang Panjang Desmon, mengatakan, meski sekolah diliburkan, namun siswa tidak libur belajar. Siswa tetap belajar secara mandiri di rumah, diawasi orangtuanya masig-masing.

''Belajarnya tidak libur. Hanya sementara dilaksanakan di rumah siswa masing-masing dan diawasi oleh orang tua,'' kata Desmon di Padang Panjang, Senin (23/9).

Menurutnya, kualitas udara di wilayah Padangpanjang sudah masuk level tidak sehat. Siswa diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari risiko akibat menghirup udara tidak sehat.

''Meski tidak ke sekolah, siswa jangan banyak bermain di luar. Tetap isi waktu dengan belajar di rumah seperti ketika di sekolah. Kami harap orangtua untuk mengawasi aktivitas anak,'' kata Desmon.

Sementara itu, bagi kepala sekolah, guru, dan pegawai tetap menjalankan tugas seperti hari biasa, yaitu menyelesaikan administrasi sekolah dan media pembelajaran.

Para guru juga diminta untuk menyampaikan materi pembelajaran secara mandiri kepada orangtua dan siswa sebagai bahan belajar bagi siswa untuk dua hari ini selama aktivitas belajar dilaksanakan mandiri di rumah.

Desmon mengatakan, Disdikpora bersama Dinas Pemukiman dan Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dan BPBD Padang Panjang terus memantau kualitas udara di daerah itu. Jika kualitas udara pada hari berikutnya tidak lebih baik, pihaknya segera menginformasikan kembali terkait pelaksanaan kegiatan belajar kepada para orangtua dan siswa.

Sebelumnya, BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang menyatakan, kualitas udara Sumbar masuk level tidak sehat dari pantauan konsentrasi partikulat (pm10) pada Sabtu (21/9). Pola angin secara umum mengarah dari arah tenggara yang merupakan lokasi paling banyak terdeteksi hotspot dan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Udara di Sumbar secara merata sudah terpapar polutan berdasarkan parameter kekeruhan udara (AOD) yang sudah menunjukkan angka di atas satu. Padangpanjang bersama Bukittinggi, Payakumbuh, dan Sawahlunto merupakan daerah yang terpantau diselimuti kabut asap lebih pekat dibanding daerah lain di Sumbar. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww