Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
Peristiwa
13 jam yang lalu
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
2
'Papuan Lives Matter' jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
Umum
15 jam yang lalu
Papuan Lives Matter jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
3
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
DPR RI
14 jam yang lalu
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
4
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
Pemerintahan
5 jam yang lalu
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
5
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
Peristiwa
12 jam yang lalu
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
6
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU
DPD RI
10 jam yang lalu
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU

Dua Hari Pasca Demo Mahasiswa di DPRD Sumsel, Persma Unsri Didatangi 8 Pria dan Nyaris Diculik

Dua Hari Pasca Demo Mahasiswa di DPRD Sumsel, Persma Unsri Didatangi 8 Pria dan Nyaris Diculik
Demo mahasiswa di Kendari berujung bentrok dengan polisi, Kamis (26/9). (int)
Sabtu, 28 September 2019 08:07 WIB
PALEMBANG - Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Nikmatul Hakiki, nyaris diculik 8 pria yang tidak dikenalnya, Kamis (26/9) siang.

Dikutip dari merdeka.com, kabar tersebut dibenarkan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumsel Muhammad Hairul Sobri. Menurutnya, pengakuan itu disampaikan langsung Nikmatul kepada petugas posko pengaduan yang didirikan WALHI Sumsel bagi korban bentrokan.

''Iya memang, secara detail testimoni yang dia disampaikan kemarin. Ada semacam ancaman, intimidasi, dia nyaris dibawa (diculik),'' ungkap Hairul saat dihubungi merdeka.com, Jumat (27/9).

Dia menjelaskan, dugaan rencana penculikan itu terjadi saat Nikmatul berada di sekitar kampus Unsri Palembang, Kamis (26/9) siang. Ada beberapa orang tak dikenal mendatanginya dan mencoba membawanya ke suatu tempat.

''(Pelaku) ada sekitar orang delapan lah, penampilannya kayak polisi baru, kayak begitu. Ditanya ada surat penangkapan enggak, dijawab tidak ada. Terus ada yang pegang kaki, pegang tangan,'' ujarnya.

Beruntung, kejadian itu diketahui teman-teman Nikmatul sehingga gagal dibawa para pelaku. Ketika itu, dia dan mahasiswa lain sempat cekcok mulut dengan para pelaku.

''Dia (Nikmatul) bilang (ngobrol) jangan di sini, tetapi di Masjid Algazali (sekitar TKP), tetapi ditunggu-tunggu teman-teman mahasiswa, mereka (para pelaku) tidak muncul-muncul lagi,'' kata dia.

Dari penuturan korban, sambung Hairul, dugaan percobaan penculikan itu dilatarbelakangi komentarnya terhadap video di Instagram terkait aksi unjuk rasa mahasiswa di gedung DPRD Sumsel dua hari sebelumnya. Nikmatul berkomentar video tersebut hanya pencitraan karena faktanya berakhir bentrokan dengan polisi yang menyebabkan puluhan mahasiswa terluka.

''Dari komentar itu, Nikmatul dikirimi DM oleh seseorang. Di situ ada ancaman atau intimidasi kepadanya,'' tukasnya. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww