Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
2
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
18 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
3
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
Peristiwa
19 jam yang lalu
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
4
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
18 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
5
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Hukum
20 jam yang lalu
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
6
Kisah Penjual Prangko Kembalikan Duit Rp 16,4 Juta yang Ia Temukan di Depan Kantor Pos
Peristiwa
19 jam yang lalu
Kisah Penjual Prangko Kembalikan Duit Rp 16,4 Juta yang Ia Temukan di Depan Kantor Pos

Dua Hari Pasca Demo Mahasiswa di DPRD Sumsel, Persma Unsri Didatangi 8 Pria dan Nyaris Diculik

Dua Hari Pasca Demo Mahasiswa di DPRD Sumsel, Persma Unsri Didatangi 8 Pria dan Nyaris Diculik
Demo mahasiswa di Kendari berujung bentrok dengan polisi, Kamis (26/9). (int)
Sabtu, 28 September 2019 08:07 WIB
PALEMBANG - Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Nikmatul Hakiki, nyaris diculik 8 pria yang tidak dikenalnya, Kamis (26/9) siang.

Dikutip dari merdeka.com, kabar tersebut dibenarkan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumsel Muhammad Hairul Sobri. Menurutnya, pengakuan itu disampaikan langsung Nikmatul kepada petugas posko pengaduan yang didirikan WALHI Sumsel bagi korban bentrokan.

''Iya memang, secara detail testimoni yang dia disampaikan kemarin. Ada semacam ancaman, intimidasi, dia nyaris dibawa (diculik),'' ungkap Hairul saat dihubungi merdeka.com, Jumat (27/9).

Dia menjelaskan, dugaan rencana penculikan itu terjadi saat Nikmatul berada di sekitar kampus Unsri Palembang, Kamis (26/9) siang. Ada beberapa orang tak dikenal mendatanginya dan mencoba membawanya ke suatu tempat.

''(Pelaku) ada sekitar orang delapan lah, penampilannya kayak polisi baru, kayak begitu. Ditanya ada surat penangkapan enggak, dijawab tidak ada. Terus ada yang pegang kaki, pegang tangan,'' ujarnya.

Beruntung, kejadian itu diketahui teman-teman Nikmatul sehingga gagal dibawa para pelaku. Ketika itu, dia dan mahasiswa lain sempat cekcok mulut dengan para pelaku.

''Dia (Nikmatul) bilang (ngobrol) jangan di sini, tetapi di Masjid Algazali (sekitar TKP), tetapi ditunggu-tunggu teman-teman mahasiswa, mereka (para pelaku) tidak muncul-muncul lagi,'' kata dia.

Dari penuturan korban, sambung Hairul, dugaan percobaan penculikan itu dilatarbelakangi komentarnya terhadap video di Instagram terkait aksi unjuk rasa mahasiswa di gedung DPRD Sumsel dua hari sebelumnya. Nikmatul berkomentar video tersebut hanya pencitraan karena faktanya berakhir bentrokan dengan polisi yang menyebabkan puluhan mahasiswa terluka.

''Dari komentar itu, Nikmatul dikirimi DM oleh seseorang. Di situ ada ancaman atau intimidasi kepadanya,'' tukasnya. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww