Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dulu Bossman Dorong e-Rupiah, Sekarang BI akan Terbitkan Uang Digital
Nasional
22 jam yang lalu
Dulu Bossman Dorong e-Rupiah, Sekarang BI akan Terbitkan Uang Digital
2
Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras, MUI: Mulutnya Saja Pancasila, Praktiknya Kapitalis!
Peristiwa
17 jam yang lalu
Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras, MUI: Mulutnya Saja Pancasila, Praktiknya Kapitalis!
3
Sadis, di Jakarta Oknum Polisi Tembak Mati 3 Orang, di Medan Bunuh 2 Wanita
Hukum
16 jam yang lalu
Sadis, di Jakarta Oknum Polisi Tembak Mati 3 Orang, di Medan Bunuh 2 Wanita
4
Sinergitas TNI-Polri Hanya di Kalangan Elite, di Akar Rumput Masih Semrawut
Hukum
13 jam yang lalu
Sinergitas TNI-Polri Hanya di Kalangan Elite, di Akar Rumput Masih Semrawut
5
Jokowi Buka Pintu Izin Investasi untuk Industri Miras Besar sampai Eceran
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Jokowi Buka Pintu Izin Investasi untuk Industri Miras Besar sampai Eceran
6
SBY 'Turun Gunung', Darmizal: Lebay, Panik
Politik
21 jam yang lalu
SBY Turun Gunung, Darmizal: Lebay, Panik

Dua Hari Pasca Demo Mahasiswa di DPRD Sumsel, Persma Unsri Didatangi 8 Pria dan Nyaris Diculik

Dua Hari Pasca Demo Mahasiswa di DPRD Sumsel, Persma Unsri Didatangi 8 Pria dan Nyaris Diculik
Demo mahasiswa di Kendari berujung bentrok dengan polisi, Kamis (26/9). (int)
Sabtu, 28 September 2019 08:07 WIB
PALEMBANG - Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Nikmatul Hakiki, nyaris diculik 8 pria yang tidak dikenalnya, Kamis (26/9) siang.

Dikutip dari merdeka.com, kabar tersebut dibenarkan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumsel Muhammad Hairul Sobri. Menurutnya, pengakuan itu disampaikan langsung Nikmatul kepada petugas posko pengaduan yang didirikan WALHI Sumsel bagi korban bentrokan.

''Iya memang, secara detail testimoni yang dia disampaikan kemarin. Ada semacam ancaman, intimidasi, dia nyaris dibawa (diculik),'' ungkap Hairul saat dihubungi merdeka.com, Jumat (27/9).

Ads

Dia menjelaskan, dugaan rencana penculikan itu terjadi saat Nikmatul berada di sekitar kampus Unsri Palembang, Kamis (26/9) siang. Ada beberapa orang tak dikenal mendatanginya dan mencoba membawanya ke suatu tempat.

''(Pelaku) ada sekitar orang delapan lah, penampilannya kayak polisi baru, kayak begitu. Ditanya ada surat penangkapan enggak, dijawab tidak ada. Terus ada yang pegang kaki, pegang tangan,'' ujarnya.

Beruntung, kejadian itu diketahui teman-teman Nikmatul sehingga gagal dibawa para pelaku. Ketika itu, dia dan mahasiswa lain sempat cekcok mulut dengan para pelaku.

''Dia (Nikmatul) bilang (ngobrol) jangan di sini, tetapi di Masjid Algazali (sekitar TKP), tetapi ditunggu-tunggu teman-teman mahasiswa, mereka (para pelaku) tidak muncul-muncul lagi,'' kata dia.

Dari penuturan korban, sambung Hairul, dugaan percobaan penculikan itu dilatarbelakangi komentarnya terhadap video di Instagram terkait aksi unjuk rasa mahasiswa di gedung DPRD Sumsel dua hari sebelumnya. Nikmatul berkomentar video tersebut hanya pencitraan karena faktanya berakhir bentrokan dengan polisi yang menyebabkan puluhan mahasiswa terluka.

''Dari komentar itu, Nikmatul dikirimi DM oleh seseorang. Di situ ada ancaman atau intimidasi kepadanya,'' tukasnya. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww