Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bak 'Kuburan', Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
Peristiwa
23 jam yang lalu
Bak Kuburan, Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
2
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
15 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
3
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
3 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
4
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
3 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
5
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
3 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
6
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
3 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta

Rasulullah Sebut Ali Bin Abi Thalib Pintunya Kota Ilmu, Ini Salah Satu Buktinya

Rasulullah Sebut Ali Bin Abi Thalib Pintunya Kota Ilmu, Ini Salah Satu Buktinya
Ilustrasi. (int)
Jum'at, 29 November 2019 09:56 WIB
Penulis: Ustaz Miftah el-Banjary*
PADA suatu ketika, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) bersabda: Ana madinatul 'ilmi wa 'Aliyyun baabuha. Artinya, ''Aku adalah kota ilmu dan Ali pintu masuknya.''

Demi membuktikan kebenaran hadis itu, sekelompok orang-orang Khawarij (pengikut Ali Bin Abi Thalib yang keluar meninggalkan barisan) ingin menguji kecerdasan serta keluasan ilmu Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu (RA).

Mereka datang secara berkelompok dan menanyakan satu pertanyaan, ''Wahai Ali, manakah lebih utama ilmu atau kah harta?''

Sayyidina Ali menjawab: ''Ilmu lebih utama dari harta, sebab ilmu warisan para Nabi dan Rasul, sedangkan harta warisan Fir'aun dan Qarun.''

Lantas Sayyidina Ali bin Thalib menyitir beberapa ayat Alqur'an dan hadis Rasulullah SAW. Tak lama kemudian, datang lagi kelompok yang lain dengan pertanyaan yang serupa. ''Wahai Ali, manakah lebih utama ilmu ataukah harta?''

Sayyidina Ali bin Abi Thalib menjawab: ''Ilmu lebih utama dari harta, sebab bertambahnya harta kau akan semakin sulit menjaganya, sedangkan bertambahnya ilmu dia yang akan menjagamu.''

Datang lagi kelompok yang lain dengan pertanyaan yang sama. ''Wahai Ali manakah lebih utama ilmu ataukah harta?''

Sayyidina Ali bin Abi Thalib menjawab: ''Ilmu lebih utama dari harta, sebab bertambahnya harta kau akan bertambah musuh, sedangkan bertambahnya ilmu kau akan bertambah banyak teman, sahabat dan pengikut.''

Ada lagi kelompok lain yang mendatangi Sayyidina Ali dengan pertanyaan yang sama. ''Wahai Ali manakah lebih utama ilmu atau kah harta?''

Sayyidina Ali bin Abi Thalib menjawab: ''Ilmu lebih utama dari harta, sebab harta bisa membuat orang mencuri/korupsi, sedangkan ilmu bisa membuat orang terhindar dari ketamakan, sikap rakus dan kejahatan.''

Terakhir, datang kelompok yang berbeda mengajukan pertanyaan yang persis sama. ''Wahai Ali manakah lebih utama ilmu ataukah harta?''

Sayyidina Ali pun menjawab: ''Ilmu lebih utama dari harta, sebab kelak di hari kiamat, pemilik harta akan berat menghadapi pertanggungjawaban di akhirat, sedangkan orang alim yang berilmu dia akan mampu memberi syafaat''.***

*Ustaz Miftah el-Banjary adalah Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Alqur'an.

Sumber: Kitab Al-Mawaizh Al-Ushfuriyah karya Syeikh Muhammad bin Abu Bakar Ushfury.

Editor:Hasan b
Sumber:Sindonews.com
Kategori:Ragam

wwwwww