Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pesan 'Si Doel': Untuk Tangsel yang Lebih Baik, Nyok Tanggal 9 Desember Pilih Paslon Muhammad - Rahayu
Peristiwa
21 jam yang lalu
Pesan Si Doel: Untuk Tangsel yang Lebih Baik, Nyok Tanggal 9 Desember Pilih Paslon Muhammad - Rahayu
2
Rajawali Sakti Jakarta Buktikan Ketangguhannya
Olahraga
22 jam yang lalu
Rajawali Sakti Jakarta Buktikan Ketangguhannya
3
Jadikan Desa sebagai Arus Utama Pembangunan Daerah
Peristiwa
21 jam yang lalu
Jadikan Desa sebagai Arus Utama Pembangunan Daerah
4
Pendekar Kungfu Cilik Laba Laba Sakti Bikin Kejutan
Olahraga
21 jam yang lalu
Pendekar Kungfu Cilik Laba Laba Sakti Bikin Kejutan
5
Permudah Kemitraan dengan Pemerintah, BUMDes Kini Berbadan Hukum
Peristiwa
23 jam yang lalu
Permudah Kemitraan dengan Pemerintah, BUMDes Kini Berbadan Hukum
6
Evaluasi Operasi Tinombala Mengemuka sebagai Respons Insiden Pembunuhan Keji di Sigi
Nasional
22 jam yang lalu
Evaluasi Operasi Tinombala Mengemuka sebagai Respons Insiden Pembunuhan Keji di Sigi

Sebelum OTT, Tim KPK Intai Bupati Sidoarjo Hingga ke Sumbar dan Satu Pesawat ke Surabaya

Sebelum OTT, Tim KPK Intai Bupati Sidoarjo Hingga ke Sumbar dan Satu Pesawat ke Surabaya
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah (pakai rompi oranye) di gedung KPK. (ltribunnews)
Kamis, 09 Januari 2020 10:25 WIB
JAKARTA - Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, pada Selasa (7/1/2020), ternyata melalui proses cukup panjang. Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bahkan mengintai Saiful Ilah hingga ke Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

''Bahkan dalam rangka melakukan OTT, tim kami di KPK itu sampai mengikuti yang bersangkutan sampai ke Padang. Kami ikutin perjalanannya sampai kemudian yang bersangkutan dari Padang ke Surabaya satu pesawat dengan tim kami itu. Tentu informasi itu kami peroleh dari informan selain juga dari percakapan,'' ungkap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, di gedung KPK, Jakarta, Rabu (8/1/20202) malam, seperti dikutip dari liputan6.com.

Sebelum OTT, KPK juga mendapatkan informasi dari 'orang dalam' di lingkungan Pemkab Sidoarjo soal dugaan suap yang dilakukan Saiful.

''Terkait kejadian ini, kami tidak memeriksa saksi-saksi tetapi kami mendapatkan informasi dari informan, informan itu adalah 'orang dalam' sendiri di kabupaten dan kita komunikasi dengan informan tersebut. Prosesnya sudah lama, lebih enam bulan sudah lama kami ikuti,'' ungkap Alex.

Dari informasi yang diberikan itu, kata dia, KPK akhirnya berhasil melakukan tangkap tangan saat adanya transaksi suap yang diberikan kepada Saiful.

''Dari informasi yang diberikan orang-orang atau masyarakat yang mengetahui kejadian itu kemudian kami klarifikasi, kami komunikasi terus dengan mereka, akhirnya kami bisa mendapatkan dan berhasil melakukan tangkap tangan pada saat transaksi,'' ujar Alex.

Lima Tersangka Lain

KPK telah menetapkan Saiful bersama lima orang lainnya sebagai tersangka kasus suap terkait pengadaan proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Lima orang lainnya yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Sunarti Setyaningsih (SST), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Judi Tetrahastoto (JTE), dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Sanadjihitu Sangadji (SSA).

Selanjutnya, dua orang dari unsur swasta Ibnu Ghopur (IGR) dan Totok Sumedi (TSM).***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam
wwwwww