Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
13 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
2
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
Internasional
21 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
3
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
Ekonomi
21 jam yang lalu
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
4
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
12 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
5
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
6
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
13 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19

Bom Meledak dalam Masjid Saat Shalat Jumat, 14 Jamaah Wafat dan 20 Terluka

Bom Meledak dalam Masjid Saat Shalat Jumat, 14 Jamaah Wafat dan 20 Terluka
Suasana di masjid Quetta usai terjadinya ledakan, Jumat (10/1). (sindonews.com)
Sabtu, 11 Januari 2020 13:55 WIB
RIYADH - Bom meledak dalam masjid di ibu kota Provinsi Balochistan, Quetta, di barat laut Pakistan, saat umat Islam menunaikan shalat Jumat. Sedikitnya 14 Jamaah wafat dan 20 orang lainnya menderita luka-luka akibat serangan bom tersebut.

Dikutip dari sindonews.com, menurut keterangan pejabat kepolisian yang dilansir RT, Sabtu (11/1/2020), Wakil Inspektur Polisi Haji Aman Ullah termasuk di antara korban tewas dalam ledakan itu.

Juru Bicara Rumah Sakit, dokter Wasim Baig, mengatakan, 13 orang lainnya, termasuk imam masjid, juga tewas dalam ledakan tersebut. Sementara 20 korban mengalami luka-luka. Sumber pasti dari ledakan itu masih belum jelas.

Menteri Dalam Negeri Pakistan Balochistan Zia Langove menyebut serangan bom itu sebagai tindakan teroris, dengan beberapa laporan menyatakan bahwa wakil inspektur polisi yang berada di sana sebagai target sebenarnya dari serangan tersebut.

Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah ledakan lain di Quetta yang menargetkan kendaraan Korps Perbatasan (FC), sebuah kelompok paramiliter yang bertugas menjaga perbatasan dengan Afghanistan dan Iran, serta menjaga hukum dan ketertiban di Balochistan.

Dua orang tewas dan 13 lainnya luka-luka ketika sepeda yang penuh dengan bahan peledak meledak di dekat mobil FC, turut merusak toko-toko terdekat.

Hizbul Ahrar, kelompok militan cabang dari Taliban Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan bom sepeda pada Selasa 7 Januari. Namun, tidak ada yang langsung mengaku bertanggung jawab atas pengeboman masjid pada Jumat.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam

wwwwww