Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
TNI Amankan Maling Berpistol Diikat Warga, Ternyata Intel Polda Metro
Peristiwa
15 jam yang lalu
TNI Amankan Maling Berpistol Diikat Warga, Ternyata Intel Polda Metro
2
Pelatih Mantan Juara Dunia IBF Ellyas Pical Meninggal Dunia 
Olahraga
16 jam yang lalu
Pelatih Mantan Juara Dunia IBF Ellyas Pical Meninggal Dunia 
3
Bantah Intel Polda Metro Mencuri, Kapolsek Tanah Abang: Dia Cuma Mau Bertemu Wanita
Peristiwa
13 jam yang lalu
Bantah Intel Polda Metro Mencuri, Kapolsek Tanah Abang: Dia Cuma Mau Bertemu Wanita
4
Bukan Menolak Investasi, Illiza Sa'adudin Djamal Gak Mau Generasi Muda Indonesia Rusak Gara-gara Miras
Politik
14 jam yang lalu
Bukan Menolak Investasi, Illiza Saadudin Djamal Gak Mau Generasi Muda Indonesia Rusak Gara-gara Miras
5
Mahasiswa Di-DO karena Demo? NasDem: Ini Bukan Soal Sepele, Rektornya Tak Layak, Kampusnya Picik
Pendidikan
15 jam yang lalu
Mahasiswa Di-DO karena Demo? NasDem: Ini Bukan Soal Sepele, Rektornya Tak Layak, Kampusnya Picik
6
PDIP Bisa Usung Capres 2024 Tanpa Koalisi, Ganjar atau Puan?
Politik
12 jam yang lalu
PDIP Bisa Usung Capres 2024 Tanpa Koalisi, Ganjar atau Puan?

Bom Meledak dalam Masjid Saat Shalat Jumat, 14 Jamaah Wafat dan 20 Terluka

Bom Meledak dalam Masjid Saat Shalat Jumat, 14 Jamaah Wafat dan 20 Terluka
Suasana di masjid Quetta usai terjadinya ledakan, Jumat (10/1). (sindonews.com)
Sabtu, 11 Januari 2020 13:55 WIB
RIYADH - Bom meledak dalam masjid di ibu kota Provinsi Balochistan, Quetta, di barat laut Pakistan, saat umat Islam menunaikan shalat Jumat. Sedikitnya 14 Jamaah wafat dan 20 orang lainnya menderita luka-luka akibat serangan bom tersebut.

Dikutip dari sindonews.com, menurut keterangan pejabat kepolisian yang dilansir RT, Sabtu (11/1/2020), Wakil Inspektur Polisi Haji Aman Ullah termasuk di antara korban tewas dalam ledakan itu.

Juru Bicara Rumah Sakit, dokter Wasim Baig, mengatakan, 13 orang lainnya, termasuk imam masjid, juga tewas dalam ledakan tersebut. Sementara 20 korban mengalami luka-luka. Sumber pasti dari ledakan itu masih belum jelas.

Ads

Menteri Dalam Negeri Pakistan Balochistan Zia Langove menyebut serangan bom itu sebagai tindakan teroris, dengan beberapa laporan menyatakan bahwa wakil inspektur polisi yang berada di sana sebagai target sebenarnya dari serangan tersebut.

Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah ledakan lain di Quetta yang menargetkan kendaraan Korps Perbatasan (FC), sebuah kelompok paramiliter yang bertugas menjaga perbatasan dengan Afghanistan dan Iran, serta menjaga hukum dan ketertiban di Balochistan.

Dua orang tewas dan 13 lainnya luka-luka ketika sepeda yang penuh dengan bahan peledak meledak di dekat mobil FC, turut merusak toko-toko terdekat.

Hizbul Ahrar, kelompok militan cabang dari Taliban Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan bom sepeda pada Selasa 7 Januari. Namun, tidak ada yang langsung mengaku bertanggung jawab atas pengeboman masjid pada Jumat.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww