Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Bansos Siak, Komisi III DPR RI Sambangi Kejati Riau
Politik
5 jam yang lalu
Minta Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Bansos Siak, Komisi III DPR RI Sambangi Kejati Riau
2
Dampak Kerumunan Pilkada dan Libur Akhir Tahun harus Diantisipasi
MPR RI
20 jam yang lalu
Dampak Kerumunan Pilkada dan Libur Akhir Tahun harus Diantisipasi
3
RDPU dengan DPR, Ferry J Kono: Masih Banyak Yang Belum Memahami Peran KOI
Olahraga
18 jam yang lalu
RDPU dengan DPR, Ferry J Kono: Masih Banyak Yang Belum Memahami Peran KOI
4
Kikis Fanatisme dan Radikalisme, Pemerintah Disarankan Hidupkan Dialog
MPR RI
23 jam yang lalu
Kikis Fanatisme dan Radikalisme, Pemerintah Disarankan Hidupkan Dialog
5
Allysa Amalia, Pengidola Cheong Min Tan Ingin Raih Prestasi Dunia
Olahraga
20 jam yang lalu
Allysa Amalia, Pengidola Cheong Min Tan Ingin Raih Prestasi Dunia
6
Yayasan Kusuma Wushu Raih Emas Pertama, Pingkan Koleksi Dua Emas
Olahraga
22 jam yang lalu
Yayasan Kusuma Wushu Raih Emas Pertama, Pingkan Koleksi Dua Emas

Bom Meledak dalam Masjid Saat Shalat Jumat, 14 Jamaah Wafat dan 20 Terluka

Bom Meledak dalam Masjid Saat Shalat Jumat, 14 Jamaah Wafat dan 20 Terluka
Suasana di masjid Quetta usai terjadinya ledakan, Jumat (10/1). (sindonews.com)
Sabtu, 11 Januari 2020 13:55 WIB
RIYADH - Bom meledak dalam masjid di ibu kota Provinsi Balochistan, Quetta, di barat laut Pakistan, saat umat Islam menunaikan shalat Jumat. Sedikitnya 14 Jamaah wafat dan 20 orang lainnya menderita luka-luka akibat serangan bom tersebut.

Dikutip dari sindonews.com, menurut keterangan pejabat kepolisian yang dilansir RT, Sabtu (11/1/2020), Wakil Inspektur Polisi Haji Aman Ullah termasuk di antara korban tewas dalam ledakan itu.

Juru Bicara Rumah Sakit, dokter Wasim Baig, mengatakan, 13 orang lainnya, termasuk imam masjid, juga tewas dalam ledakan tersebut. Sementara 20 korban mengalami luka-luka. Sumber pasti dari ledakan itu masih belum jelas.

Menteri Dalam Negeri Pakistan Balochistan Zia Langove menyebut serangan bom itu sebagai tindakan teroris, dengan beberapa laporan menyatakan bahwa wakil inspektur polisi yang berada di sana sebagai target sebenarnya dari serangan tersebut.

Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah ledakan lain di Quetta yang menargetkan kendaraan Korps Perbatasan (FC), sebuah kelompok paramiliter yang bertugas menjaga perbatasan dengan Afghanistan dan Iran, serta menjaga hukum dan ketertiban di Balochistan.

Dua orang tewas dan 13 lainnya luka-luka ketika sepeda yang penuh dengan bahan peledak meledak di dekat mobil FC, turut merusak toko-toko terdekat.

Hizbul Ahrar, kelompok militan cabang dari Taliban Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan bom sepeda pada Selasa 7 Januari. Namun, tidak ada yang langsung mengaku bertanggung jawab atas pengeboman masjid pada Jumat.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww