Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
Nasional
21 jam yang lalu
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
2
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
MPR RI
21 jam yang lalu
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
3
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
Olahraga
6 jam yang lalu
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
4
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
Kesehatan
14 jam yang lalu
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
5
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
6
Polisi Tangkap Penyebar Daring Undangan Kerusuhan Demo Tolak Ciptaker
Hukum
10 jam yang lalu
Polisi Tangkap Penyebar Daring Undangan Kerusuhan Demo Tolak Ciptaker

Pasien Terduga Terinfeksi Virus Corona Diisolasi di RSPI Sulianti Saroso

Pasien Terduga Terinfeksi Virus Corona Diisolasi di RSPI Sulianti Saroso
Ilustrasi virus corona. (int)
Jum'at, 24 Januari 2020 14:17 WIB
JAKARTA - R (35), pasien terduga terinfeksi virus corona dirawat di ruang isolasi di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.

Dikutip dari kompas.com, keluarganya hanya bisa berkomunikasi dengan R melalui layar yang disediakan RSPI Sulianti Saroso.

Ketua Pokja Infeksi Emerging RSPI Sulianti Saroso Dr Pompini Agustina mengatakan, hal itu dilakukan karena pasien sedang berada di ruang isolasi.

''Prinsip isolasi ketat atau kewaspadaan adalah keluarga bisa komunikasi, bisa berbicara menggunakan alat bantu komunikasi tapi tidak kontak dengan pasien,'' kata Pompini kepada wartawan, Jumat (24/1/2020).

Ads

Pompini menyampaikan komunikasi yang bisa dilakukan keluarga terbatas menggunakan layar interaktif dan dilarang ada sentuhan fisik.

Sementara itu, Direktur Medik dan Perawatan RSPI Dr Diany Kusumawardhani menyampaikan ruang isolasi tempat R dirawat merupakan satu dari 11 ruang isolasi yang dimiliki RSPI.

''Yang jelas, satu kamar, satu tempat tidur pasien dengan tekanan negatif yang berarti bahwa antara ruang satu dan ruang lain tidak ada aliran udara keluar,'' kata Diany.

Hanya petugas dengan alat pelindung diri (APD) yang diperbolehkan bersentuhan langsung dengan pasien.

''Memutus kemungkinan adanya kuman dari dalam kamar yang ditempati pasien itu untuk menuju keluar,'' ujar Diany.

Adapun pihak rumah sakit sudah mengambil sampel dari tubuh R dan menunggu hasil laboratorium untuk menentukan apakah pasien positif virus novel corona.

Dokter juga sudah melakukan assasement terhadap keluarga pasien yang diduga terinfeksi tersebut.

Pompini menyampaikan, butuh dua sampai tiga hari sampai hasil laboratorium dari pasien dikeluarkan Litbang RSPI.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww