Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
MPR RI
14 jam yang lalu
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
2
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
DPR RI
14 jam yang lalu
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
3
Transjakarta Siap Bayar Upah jika Tuntutan Memiliki Dasar yang Kuat
Ekonomi
8 jam yang lalu
Transjakarta Siap Bayar Upah jika Tuntutan Memiliki Dasar yang Kuat
4
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
DPD RI
11 jam yang lalu
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
5
Membaca 'Ancaman Resesi Ekonomi dan Solusinya'
DPR RI
10 jam yang lalu
Membaca Ancaman Resesi Ekonomi dan Solusinya
6
Soal Bansos Buat Pekerja, Abdul Fikri Faqih Ingatkan Jangan Sampai Timbul Kecemburuan
DPR RI
11 jam yang lalu
Soal Bansos Buat Pekerja, Abdul Fikri Faqih Ingatkan Jangan Sampai Timbul Kecemburuan

Korban Jiwa Akibat Virus Corona Terus Bertambah, Presiden Xi Sebut China Genting

Korban Jiwa Akibat Virus Corona Terus Bertambah, Presiden Xi Sebut China Genting
Staf medis membawa seorang pasien terinfeksi virus corona ke Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan, pada 18 Januari lalu. (detik.com)
Minggu, 26 Januari 2020 07:16 WIB
BEIJING - Jumlah korban tewas akibat terinfeksi novel 201 coronavirus (2019 n-Cov) atau virus corona terus bertambah. Hingga Sabtu (24/1/2020), sudah merenggut 42 jiwa.

Dikutip dari republika.co.id, lebih dari 1.400 orang sudah terinfeksi di seluruh dunia, dan hampir 1.372 orang di antaranya penduduk China.

Karena itu, Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa Cina sedang menghadapi situasi genting. Pada Sabtu (25/1) waktu setempat, Xi mengadakan pertemuan politbiro untuk membahas langkah-langkah percepatan dalam memerangi wabah.

Kian meluas dan masifnya penyebaran virus membuat para pejabat di Provinsi Hubei, meminta masker dan pakaian pelindung.

''Kami terus mendorong pengendalian dan pencegahan penyakit. Tapi saat ini kami sedang menghadapi krisis kesehatan masyarakat yang sangat parah,'' ujar Wakil Direktur Jenderal Departemen Urusan Sipil, Hu Yinghai dilansir Reuters, Ahad (26/1).

Virus ini juga telah terdeteksi di Hong Kong, Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Nepal, Malaysia dan Amerika Serikat. Hong Kong menyatakan darurat virus, membatalkan perayaan Imlek dan membatasi akses ke daratan China.

Di Hong Kong, lima kasus telah dikonfirmasi. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan, penerbangan dan perjalanan kereta api antara Hong Kong dan Wuhan akan dihentikan. Sekolah-sekolah di Hong Kong yang sedang libur Tahun Baru Imlek akan tetap ditutup hingga 17 Februari.

Australia mengonfirmasi empat kasus pertamanya pada Sabtu. Sementara Malaysia mengonfirmasi empat kasus dan Prancis melaporkan kasus pertama di Eropa pada Jumat. Adapun Amerika Serikat sedang mengatur penerbangan untuk membawa warganegara dan diplomatnya kembali dari Wuhan.

Bandara di seluruh dunia juga telah meningkatkan penyaringan penumpang dari China. Meskipun, beberapa pejabat kesehatan dan pakar mempertanyakan keefektifan deteksi tersebut.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww