Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Desak PTPN V Hentikan Kasus Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit di Rohul
Peristiwa
20 jam yang lalu
DPR Desak PTPN V Hentikan Kasus Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit di Rohul
2
Insentif Tenaga Medis di 2 RS Corona Telah Cair Rp10,45 Miliar
Peristiwa
22 jam yang lalu
Insentif Tenaga Medis di 2 RS Corona Telah Cair Rp10,45 Miliar
3
Anies Perpanjang PSBB DKI Jakarta, Bulan Juni Jadi Masa Transisi
Peristiwa
24 jam yang lalu
Anies Perpanjang PSBB DKI Jakarta, Bulan Juni Jadi Masa Transisi
4
Fakta Penurunan Tingkat Penularan Virus Covid-19 di Jakarta
GoNews Group
21 jam yang lalu
Fakta Penurunan Tingkat Penularan Virus Covid-19 di Jakarta
5
Perpanjang Masa PSBB di Jakarta, Ini Penjelasan Anies Baswedan
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Perpanjang Masa PSBB di Jakarta, Ini Penjelasan Anies Baswedan
6
Dana Haji adalah Amanah Umat, PKS Minta Jangan Disalahgunakan
Politik
24 jam yang lalu
Dana Haji adalah Amanah Umat, PKS Minta Jangan Disalahgunakan

Selamatkan Warganya dari Virus Corona, Jepang Kirim Pesawat ke Wuhan

Selamatkan Warganya dari Virus Corona, Jepang Kirim Pesawat ke Wuhan
Petugas kesehatan merawat pasien terinfeksi virus corona di Wuhan. (detik.com)
Rabu, 29 Januari 2020 09:25 WIB
JAKARTA - Pemerintah Jepang memulangkan warganya dari Wuhan, Hubei, China, untuk menyelamatkan mereka dari ancaman virus corona yang mematikan.

Pada Selasa (28/1/2020) malam, Jepang menerbangkan pesawat pertama ke Wuhan untuk menjemput warganya.

Dikutip dari republika.co.id, pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan pesawat itu diterbangkan ke Wuhan sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Pesawat itu akan membawa ratusan warga Jepang kembali ke Tokyo pada Rabu (29/1) pagi.

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu mengatakan pihaknya juga tengah berupaya menambah pesawat evakuasi ke Wuhan.

''Kami juga akan membawa persediaan bantuan seperti masker dan pakaian pelindung untuk orang-orang China dan juga warga negara Jepang (di Wuhan),'' ucapnya.

Adapun jumlah warga negara Jepang di Wuhan yang sudah menyatakan keinginan untuk dievakuasi mencapai 650 orang. Pesawat pertama itu diperkirakan mampu mengangkut 200 orang.

Proses evakusi itu akan disertai sejumlah tenaga medis guna memantau para penumpang selama penerbangan. Meski demikian, sekitar 200 orang itu tidak akan dikarantina sesampainya di Jepang. Mereka hanya akan diminta mengisi kuisioner medis dan memberikan nomor kontak.

''Kami akan mengirim sekitar empat orang per pesawat. Seorang dokter medis, seorang petugas karantina, seorang perawat, dan sebagainya. Kami akan melakukan karantina di pesawat dalam perjalanan pulang,'' kata seorang pejabat kementerian kesehatan kepada AFP.

Pejabat lainnya dari Kementerian Kesehatan Jepang menambahkan para penumpang yang didapati sedang demam tinggi kemungkinan tidak akan ikut dievakuasi. Sedangkan mereka yang baru menunjukkan gejala setelah di pesawat akan segera dirujuk ke rumah sakit sesampainya di Jepang.

''Kami juga akan meminta semua penumpang agar tidak mendekati kerumunan untuk sementara waktu (setelah sampai di Jepang), meski mereka tidak demam,'' kata pejabat itu.

Para penumpang yang tinggal dekat Tokyo akan dipersilakan pulang ke rumah. Sedangkan yang rumahnya jauh akan diinapkan di hotel untuk sementara waktu.

Sejauh ini Menteri Kesehatan Jepang telah mengonfirmasi tujuh orang terjangkit virus corona di Negeri Matahari Terbit itu. Satu di antaranya adalah warga yang tak pernah bepergian ke China.

Pria dari wilayah barat Nara itu adalah seorang sopir bus wisata. Ia diketahui membawa penumpang dari Kota Wuhan sebanyak dua kali selama Januari ini.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww