Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tenis Meja, Olahraga Populer Yang Terkubur Ego
Olahraga
24 jam yang lalu
Tenis Meja, Olahraga Populer Yang Terkubur Ego
2
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
Nasional
18 jam yang lalu
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
3
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
MPR RI
18 jam yang lalu
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
4
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
Olahraga
2 jam yang lalu
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
5
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
Kesehatan
10 jam yang lalu
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
6
Hadiahkan Buku di HUT ke-56, Idrus Yakin Airlangga Bisa Menangkan Partai Golkar
Politik
24 jam yang lalu
Hadiahkan Buku di HUT ke-56, Idrus Yakin Airlangga Bisa Menangkan Partai Golkar

70 Kematian Baru di Hubei Akibat Virus Corona, Total Korban Tewas Sudah 549 Orang

70 Kematian Baru di Hubei Akibat Virus Corona, Total Korban Tewas Sudah 549 Orang
Petugas kesehatan memeriksa pasien terinfeksi virus corona. (int)
Kamis, 06 Februari 2020 10:15 WIB
SHANGHAI - Total korban meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona di Provinsi Hubei, China, mencapai 549 orang hingga Rabu (5/2/2020).

Dikutip dari republika.co.id, total 549 korban tewas tersebut diketahui setelah otoritas kesehatan Provinsi Hubei melaporkan 70 kematian baru dan 2.987 kasus terkonfirmasi baru pada Rabu (5/2).

Komisi Kesehatan China, Kamis (6/2), mengatakan, jumlah total kasus terinfeksi virus corona hingga Rabu telah mencapai 19.665.

Jumlah kematian di Hubei pada Rabu lebih tinggi dibanding hari sebelumnya, yakni 65 laporan, meski jumlah kasus baru sedikit berkurang dari 3.156. Provinsi Hubei di China tengah terisolasi selama hampir dua pekan, dengan ditutupnya stasiun kereta, bandara serta ruas jalan.

Ads

Virus corona pertama kali teridentifikasi di ibu kota Hubei, Wuhan, dan diyakini berasal dari pasar makanan laut di kota tersebut.

Wuhan masih memikul beban berat akibat virus tersebut dan menjadi lokasi yang menyumbang hampir 60 persen dari kasus baru di provinsi tersebut pada Rabu. Hingga kini tingkat kematian di Wuhan secara signifikan juga lebih tinggi dibanding wilayah lainnya di China.

Hal ini menunjukkan jumlah total kasus mungkin tidak dilaporkan, dengan kota tersebut sedang berupaya mendiagnosa ribuan pasien di tengah kurangnya peralatan medis dan tempat tidur rumah sakit.

Rapat kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Li Keqiang pada Rabu menyebutkan salah satu prioritas pemerintah adalah memastikan Hubei dan Wuhan mendapatkan pasokan dan staf medis yang diperlukan untuk menangani virus corona.

Komisi tersebut melaporkan sebanyak 14.314 pasien masih menjalani perawatan pada Rabu, dengan 2.328 pasien dalam kondisi kritis. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww