Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
Peristiwa
6 jam yang lalu
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
2
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
Ekonomi
22 jam yang lalu
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
3
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Umum
22 jam yang lalu
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
4
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
Olahraga
22 jam yang lalu
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
5
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Sepakbola
6 jam yang lalu
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
6
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Sepakbola
20 jam yang lalu
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib

Universitas Pamulang Larang Mahasiswi Pakai Cadar

Universitas Pamulang Larang Mahasiswi Pakai Cadar
Ilustrasi. (republika.co.id)
Rabu, 09 Agustus 2017 16:32 WIB
TANGERANG SELATAN - Universitas Pamulang (Unpam) di Tangerang Selatan, Banten, melarang mahasiswi muslim memakai cadar.

Kebijakan itu (larangan pakai cadar) disosialisasikan pihak Unpam, di antaranya menggunakan spanduk dan banner yang dipasang di berbagai tempat di areal kampus.

''Sudah dari sebulan yang lalu peraturan itu ada,'' kata Fauzi, salah satu mahasiswa Universitas Pamulang, Selasa (8/8), seperti dikutip dari republika.co.id.

Fauzi menambahkan, meskipun ada larangan tersebut, sampai saat ini tidak ada mahasiwa yang protes. ''Sampai saat ini sih masih ada yang gondrong, bercadar, peraturan itu belum sepenuhnya dijalankan,'' ujar mahasiswa semester lima tersebut.

Berlaku Mutlak

Rektor Universitas Pamulang Dayat Hidayat mengakui adanya larangan memakai cadar tersebut. Dia meminta publik untuk melihat aturan tersebut secara utuh. Menurutnya larangan tersebut satu paket dengan aturan soal rambut dan pakaian.

''Jadi tidak hanya cadar, tapi juga meliputi rambut dan pakaian, itu satu paket. Itu kan yang ramai di luar hanya larangan bercadar,'' ujar Dayat kepada republika.co.id, Rabu (9/8).

Dayat menilai aturan tersebut semata-mata hanya untuk melindungi dan menciptakan profil mahasiswa Unpam yang memiliki penampilan yang diharapkan ideal. Sebelum aturan tersebut ditetapkan, Dayat mengaku sudah berkonsultasi dengan pemuka agama.

''Kita tidak bermaksud merampas hak agama seseorang. Toh seseorang yang hanya berhijab saja tetap menjadi muslim yang insya Allah sempurna,'' jelasnya.

Oleh karena itu, Dayat berharap publik tidak perlu memperdebatkan aturan tersebut. Unpam sudah memberlakukan aturan berpakaian tersebut sejak awal Agustus lalu.

''Di tahun ajaran baru ini, peraturan tersebut untuk maba (mahasiswa baru) sifatnya mutlak. Tapi bagi mahasiswa lama, kami akan lakukan dialog dan beri waktu sesuai kesepakatan,'' kata Rektor Unpam tersebut.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww