Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet

Gereja Katedral Diguncang Bom, 27 Orang Tewas dan 77 Terluka

Gereja Katedral Diguncang Bom, 27 Orang Tewas dan 77 Terluka
Sejumlah aparat melakukan penyisiran usai ledakan mengguncang Gereja Katedral 'Our Lady of Mount Carmel' di Jolo, Sulu, Filipina, Ahad (27/1). (tribunnews)
Minggu, 27 Januari 2019 13:41 WIB
JOLO - Ledakan bom mengguncang Gereja Katedral 'Our Lady of Mount Carmel' di Jolo, Sulu, Filipina, Ahad (27/1). Insiden itu menyebabkan 27 orang tewas.

Dikutip dari merdeka.com, Kepala Daerah Polisi Otonomi Muslim Mindanao (ARMM) Kepala Inspektur Graciano Mijares mengonfirmasi jumlah korban ini pada Ahad pukul 1.20 waktu setempat.

Dia merinci, 20 korban tewas merupakan warga sipil. Sedangkan 7 korban tewas lainnya berasal dari tentara. Jumlah orang yang terluka juga meningkat menjadi 77, menurut Mijares.

Dilansir Rappler.com Ahad, kelompok Investigasi dan Deteksi Kriminal PNP (CIDG) sebelumnya mengatakan, dua alat peledak improvisasi (IED) digunakan untuk mengebom gereja. Menurut polisi regional ARMM, satu IED meledak di dalam gereja dan satu lagi di pintu masuk.

Juru bicara PNP Inspektur Senior Bernard Banac mengatakan, ledakan kedua terjadi ketika personel AFP menanggapi ledakan pertama.

Arnel dela Vega, Kepala Komando Mindanao Barat militer Filipina, mengatakan tersangka utama di balik pemboman itu masih kelompok teroris Abu Sayyaf. Dia mengatakan, bahwa ini didasarkan pada ancaman sebelumnya.

Gubernur ARMM, Mujiv Hataman, mengatakan, pemboman katedral Jolo kemungkinan adalah hasil kerja para teroris. Hataman mengatakan, Abu Sayyaf tampaknya satu-satunya kelompok yang mampu melakukan serangan semacam itu.

''Pada titik ini, kami tidak ingin membuat spekulasi, tetapi kami dapat yakin bahwa ini adalah 99% hasil kerja para teroris,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww