Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
21 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
Olahraga
23 jam yang lalu
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
3
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
Umum
23 jam yang lalu
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
4
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
Olahraga
24 jam yang lalu
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
5
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
6
Erick Thohir, Presiden dan Ketua Satgas Covid-19 akan Tinjau Penyuntikan Vaksin Esok
Kesehatan
23 jam yang lalu
Erick Thohir, Presiden dan Ketua Satgas Covid-19 akan Tinjau Penyuntikan Vaksin Esok

Terjebak Banjir, Bayi Usia 3 Bulan dan Ibunya Bertahan di Loteng 2 Hari

Terjebak Banjir, Bayi Usia 3 Bulan dan Ibunya Bertahan di Loteng 2 Hari
Sarah, bayi berusia 3 bulan, dalam gendongan ibunya, setelah berhasil dievakuasi, Kamis. (sindonews.com)
Kamis, 02 Januari 2020 19:10 WIB
TANGERANG - Linda (40) bersama 12 anggota keluarganya, termasuk bayinya, Sarah, berusia 3 bulan, terjebak banjir di loteng rumahnya, Jalan Surya 2, Blok B, No14, Perumahan Ciledug Indah 1, Kota Tangerang.

Dikutip dari sindonews.com, selama dua hari satu malam atau sejak Rabu hingga Kamis, Linda dan 12 anggota keluarganya, hanya meminum air galon.

Baru pada siang hari tadi, Linda dan bayinya bisa dievakuasi. Beruntung, saat di loteng itu Sarah masih dalam keadaan sehat. Suhu tubuhnya normal, hanya beberapa bintik merah gigitan nyamuk.

''Ya, baru hari ini dievakuasi, dari mulai air naik kemarin. Kan belum ada yang masuk juga, dan HP saya sudah keburu mati. Kami terjebak dua hari satu malam,'' kata Linda, Kamis (2/1/2020).

Selama terjebak itu, Linda dan keluarga yang lain terpaksa menahan buang air besar. Sedang untuk buang air kecil, mereka tinggal keluarkan di bawah rumah yang terendam.

''Saat ini di rumah masih ada orang. Saya ke sini, karena pas lagi nginep saja. Kalau dulu saya pernah ngalamin juga, karena sering ke sini, cuma enggak pas tahun baru. Di loteng itu ada jendela cuma satu,'' sebutnya.

Linda melanjutkan, semua bahan makanan di bawah terendam dan tidak ada yang bisa diselamatkan. Saat ponselnya masih hidup, dia sempat menghubungi SAR, tapi sibuk terus.

''Buang air kecil dan besar tinggal ke bawah saja. Tapi pada nahan. Pas air sudah agak turun dan perahu ada yang lewat, minta dijemput saja. Saya kontak Tim SAR tapi gak ada jawaban. Air 2 meter di rumah,'' jelasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam

wwwwww