Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
11 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
10 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
3
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
13 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
4
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
12 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
5
DPR RI: 'New Normal' adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
DPR RI
12 jam yang lalu
DPR RI: New Normal adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
6
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Politik
11 jam yang lalu
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember

Terjebak Banjir, Bayi Usia 3 Bulan dan Ibunya Bertahan di Loteng 2 Hari

Terjebak Banjir, Bayi Usia 3 Bulan dan Ibunya Bertahan di Loteng 2 Hari
Sarah, bayi berusia 3 bulan, dalam gendongan ibunya, setelah berhasil dievakuasi, Kamis. (sindonews.com)
Kamis, 02 Januari 2020 19:10 WIB
TANGERANG - Linda (40) bersama 12 anggota keluarganya, termasuk bayinya, Sarah, berusia 3 bulan, terjebak banjir di loteng rumahnya, Jalan Surya 2, Blok B, No14, Perumahan Ciledug Indah 1, Kota Tangerang.

Dikutip dari sindonews.com, selama dua hari satu malam atau sejak Rabu hingga Kamis, Linda dan 12 anggota keluarganya, hanya meminum air galon.

Baru pada siang hari tadi, Linda dan bayinya bisa dievakuasi. Beruntung, saat di loteng itu Sarah masih dalam keadaan sehat. Suhu tubuhnya normal, hanya beberapa bintik merah gigitan nyamuk.

''Ya, baru hari ini dievakuasi, dari mulai air naik kemarin. Kan belum ada yang masuk juga, dan HP saya sudah keburu mati. Kami terjebak dua hari satu malam,'' kata Linda, Kamis (2/1/2020).

Selama terjebak itu, Linda dan keluarga yang lain terpaksa menahan buang air besar. Sedang untuk buang air kecil, mereka tinggal keluarkan di bawah rumah yang terendam.

''Saat ini di rumah masih ada orang. Saya ke sini, karena pas lagi nginep saja. Kalau dulu saya pernah ngalamin juga, karena sering ke sini, cuma enggak pas tahun baru. Di loteng itu ada jendela cuma satu,'' sebutnya.

Linda melanjutkan, semua bahan makanan di bawah terendam dan tidak ada yang bisa diselamatkan. Saat ponselnya masih hidup, dia sempat menghubungi SAR, tapi sibuk terus.

''Buang air kecil dan besar tinggal ke bawah saja. Tapi pada nahan. Pas air sudah agak turun dan perahu ada yang lewat, minta dijemput saja. Saya kontak Tim SAR tapi gak ada jawaban. Air 2 meter di rumah,'' jelasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam

wwwwww