Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terungkap Tabir Uang di Rekening Cleaning Service Kejagung Tajir
MPR RI
3 jam yang lalu
Terungkap Tabir Uang di Rekening Cleaning Service Kejagung Tajir
2
Peringati Hari Santri, Gus Jazil Gandeng Anak Jalanan dan Kaum Marjinal
Peristiwa
2 jam yang lalu
Peringati Hari Santri, Gus Jazil Gandeng Anak Jalanan dan Kaum Marjinal
3
Wanita yang Tewas di Kandang Buaya Kaltim Ber-KTP Jawa
Hukum
22 jam yang lalu
Wanita yang Tewas di Kandang Buaya Kaltim Ber-KTP Jawa
4
Santri Diminta jadi Agen Perubahan melalui 'Resolusi Jihad' Melawan Pandemi
DPR RI
23 jam yang lalu
Santri Diminta jadi Agen Perubahan melalui Resolusi Jihad Melawan Pandemi
5
Gedung Kejagung Terbakar atau Dibakar? Legislator Minta Polri Transparan
Hukum
23 jam yang lalu
Gedung Kejagung Terbakar atau Dibakar? Legislator Minta Polri Transparan
6
Akses Keluar-Masuk Pesantren Ini Dibatasi Pasca 44 Orang Positif Covid-19
Kesehatan
23 jam yang lalu
Akses Keluar-Masuk Pesantren Ini Dibatasi Pasca 44 Orang Positif Covid-19

Siswi SMP Tewas Setelah Terjun dari Lantai 4 Sekolah, Polisi Masih Selidiki Motifnya

Siswi SMP Tewas Setelah Terjun dari Lantai 4 Sekolah, Polisi Masih Selidiki Motifnya
Ilustrasi jenazah wanita. (dok)
Sabtu, 18 Januari 2020 10:23 WIB
JAKARTA - Siswi salah satu SMP negeri di Ciracas, Jakarta Timur, meninggal dunia Kamis (16/1/2020), setelah terjun dari lantai empat sekolahnya, Selasa (14/1/2020) sore.

Gadis 14 tahun itu menghembuskan napas terakhirnya Kamis sore, pukul 16.15 WIB, setelah dua hari dirawat di ICU RS Polri Kramat Jati.

Dikutip dari kompas.com, Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Kombes Sumy Hastry Purwanti mengatakan, siswi itu meninggal dunia karena pendarahan dalam di tubuhnya.

''Patah di bagian dada dan panggulnya sehingga pendarahan dalam. (Dia) dirawat di ICU dua hari,'' kata Sumy, Kamis.

Jenazah siswi itu kemudian dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Depok, Jawa Barat. Jenazahnya tidak divisum.

Bantah Terjadi Bullying

Pihak sekolah membantah bahwa siswi tersebut nekat mengakhiri hidupnya lantaran menjadi korban bullying.

Bantahan itu muncul guna menepis anggapan sebagian warganet melalui dunia maya bahwa siswi itu bunuh diri karena tak kuat di-bully di sekolah.

''Terkait bullying, bukan bullying, tidak ada bullying di sekolah. Kalau kami fokus memberi materi di pendidikan pada siswa jadi tidak ada aksi bullying,'' kata Narsun, kepala sekolah di sekolah itu, Jumat.

''Kami tidak tahu motif dan pas kejadiannya, anaknya biasa-biasa saja seperti siswi pada umumnya,'' imbuhnya.

Bangku dan Kanopi

Jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus itu. Dalam olah TKP, polisi menemukan kursi yang dipakai korban buat naik ke atas tembok lantai 4 sekolah.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dari pihak keluarga, sekolah, dan teman korban.

''Memang dari tadi malam sudah kami lakukan pemeriksaan saksi dari pihak keluarga, pihak sekolah, dan teman-teman dari korban. Nah ini dari hasil pemeriksaan ini peristiwa ini akan terang benderang, apa yang menjadi motifnya segala macam. Kami akan upayakan dari temuan,'' ujar Hery Purnomo, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Timur, kemarin.

Sementara itu, Wakil Bidang Sarana-Prasarana dan Humas Sekolah, Misnetty, merupakan salah satu saksi ketika siswi itu melompat dari lantai 4. Saat itu dirinya yang sedang berada di sekolah mendengar suara seseorang yang jatuh.

''Kemudian saya mendengar ada teriakan-teriakan karena saya tidak melihat langsung. Lalu saya buka pintu dan keluar ada siswa yang terjatuh. Saat itu suasananya langsung ramai,'' kata Misnetty.

Berdasarkan keterangan dari saksi lain, dia menjelaskan, korban sebelum melompat terlihat berada di lantai empat gedung sekolah dan menginjakkan kakinya di kanopi.

Selidiki Motif

Hery Purnomo menyampaikan, setelah olah TKP digelar, polisi belum bisa menyimpulkan soal motif yang mendorong siswi itu melompat dari gedung sekolahnya.

''Untuk motifnya kami masih melakukan pendalaman lagi. Kami masih melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang punya kaitan punya hubungan, baik pertemanan dan hubungan keluarga dengan korban,'' kata Hery.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww