Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
Nasional
18 jam yang lalu
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
2
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
MPR RI
19 jam yang lalu
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
3
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
Olahraga
3 jam yang lalu
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
4
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
Kesehatan
11 jam yang lalu
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
5
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
6
Gus Jazil: Semangat Resolusi Jihad Sekarang untuk Melawan Kebodohan dan Kemiskinan 
MPR RI
24 jam yang lalu
Gus Jazil: Semangat Resolusi Jihad Sekarang untuk Melawan Kebodohan dan Kemiskinan 

Virus Corona Sudah Bunuh 162 Orang

Virus Corona Sudah Bunuh 162 Orang
Petugas kesehatan sedang memantau kondisi pasien terinfeksi virus corona. (sindonews)
Kamis, 30 Januari 2020 08:20 WIB
WUHAN - Virus corona terus menebar kematian. Laporan terbaru dari Komisi Kesehatan Provinsi Hubei, jumlah korban tewas akibat virus ganas tersebut telah mencapai 162 orang.

''Ada 1.032 kasus lain yang terdeteksi di Hubei, dengan total menjadi 4.586,'' kata komisi itu seperti dikutip dari sindonews.com yang melansir dari Channel News Asia, Kamis (30/1/2020).

Sejumlah negara telah menerbangkan warganya keluar dari daerah itu karena jumlah kematian yang terus melonjak.

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyuarakan keprihatinan serius tentang penyebaran virus corona Wuhan dari orang ke orang di tiga negara lain.

Ads

Lebih dari 50 juta orang telah dikarantina di dalam dan sekitar Wuhan, kota pusat industri di mana wabah ini pertama kali muncul. Ini dilakukan otoritas China sebagai upaya untuk menghentikan infeksi yang telah menyebar ke kota dan negara lain.

Sementara itu beberapa ahli percaya virus baru, yang dikenal sebagai nCov-2019, tidak mematikan seperti SARS, peringatan telah muncul karena penyebarannya yang cepat dan banyak atribut yang tidak diketahui, seperti seberapa mematikannya virus ini.

Seperti infeksi pernapasan lainnya, infeksi ini ditularkan melalui batuk dan bersin, dengan waktu inkubasi antara satu dan 14 hari. Ada tanda-tanda virus tersebut mungkin menyebar sebelum gejala muncul.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww