Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
20 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
20 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
20 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
20 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
‎Sampah Jakarta Berkurang 500 Ton per Hari, DKI-Bekasi Perkuat Kerja Sama Bantargebang
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎Sampah Jakarta Berkurang 500 Ton per Hari, DKI-Bekasi Perkuat Kerja Sama Bantargebang

Virus Corona Sudah Bunuh 162 Orang

Virus Corona Sudah Bunuh 162 Orang
Petugas kesehatan sedang memantau kondisi pasien terinfeksi virus corona. (sindonews)
Kamis, 30 Januari 2020 08:20 WIB
WUHAN - Virus corona terus menebar kematian. Laporan terbaru dari Komisi Kesehatan Provinsi Hubei, jumlah korban tewas akibat virus ganas tersebut telah mencapai 162 orang.

''Ada 1.032 kasus lain yang terdeteksi di Hubei, dengan total menjadi 4.586,'' kata komisi itu seperti dikutip dari sindonews.com yang melansir dari Channel News Asia, Kamis (30/1/2020).

Sejumlah negara telah menerbangkan warganya keluar dari daerah itu karena jumlah kematian yang terus melonjak.

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyuarakan keprihatinan serius tentang penyebaran virus corona Wuhan dari orang ke orang di tiga negara lain.

Lebih dari 50 juta orang telah dikarantina di dalam dan sekitar Wuhan, kota pusat industri di mana wabah ini pertama kali muncul. Ini dilakukan otoritas China sebagai upaya untuk menghentikan infeksi yang telah menyebar ke kota dan negara lain.

Sementara itu beberapa ahli percaya virus baru, yang dikenal sebagai nCov-2019, tidak mematikan seperti SARS, peringatan telah muncul karena penyebarannya yang cepat dan banyak atribut yang tidak diketahui, seperti seberapa mematikannya virus ini.

Seperti infeksi pernapasan lainnya, infeksi ini ditularkan melalui batuk dan bersin, dengan waktu inkubasi antara satu dan 14 hari. Ada tanda-tanda virus tersebut mungkin menyebar sebelum gejala muncul.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww