Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut

Hasil Survei INES, Hanya 21,3 Persen Rakyat Ingin Pilih Jokowi 2019

Hasil Survei INES, Hanya 21,3 Persen Rakyat Ingin Pilih Jokowi 2019
Deklarasi 2019 Ganti Presiden di Monas, Ahad (6/5). (republika.co.id)
Minggu, 06 Mei 2018 21:23 WIB
JAKARTA - Lembaga survei Indonesia Network Election Survei (INES) merilis hasil surveinya, Ahad (6/5). Menurut hasil survei INES, hanya 21,3 persen rakyat Indonesia yang ingin memilih Joko Widodo (Jokowi) pada pemilihan presiden tahun 2019.

Survei dilakukan pada 12 sampai 28 April 2018. Dari 2.180 responden, 67,3% responden menginginkan presiden baru pada 2019, 21,3% responden menjawab dilanjutkan kepemimpinan sekarang dan sisanya sebesar 11,4% menjawab tidak tahu.

Dikutip dari sindonews.com, peneliti INES, Basynursyah menjelaskan margin of error lebih survei kurang lebih 2,1% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden tersebar di 408 kabupaten/kota.

''Penelitian ini menggunakan instrumen data berupa angket. Angket dibuat berdasarkan kebutuhan data yang akan dieksplorasi dalam penelitian angket ini bersifat terbuka dan tertutup. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka, survei dilakukan pada 12 hingga 28 April 2018,'' ujarnya, Minggu (6/5/2018).

Metode penarikan sample dilakukan dengan teknik dengan acak, yang diambil dari individu-individu berbagai jenis kelamin, usia, pendidikan, dan juga berbagai macam profesi. Di mana ada 47,9 persen pria, 53,1 persen perempuan.

''Dari responden hanya 19,5 persen menyatakan janji Jokowi-JK dipenuhi. Sedangkan sebanyak 68,2 persen mengatakan Jokowi tidak menepati janji. Sisanya 12,3 persen tidak menjawab,'' tegasnya.

Lantaran tidak memenuhi janji-janjinya, elektabilitas Joko Widodo kian merosot. Padahal salah satu alasan responden memilih Jokowi. Adalah janji-janji kampanyenya. Dalam hal pemenuhan janji, Jokowi dianggap gagal.

Buruknya kinerja pemerintahan membuat masyarakat berpaling pada rival Jokowi yaitu Pr?abowo Subianto yang akan mereka pilij jika pemilihan Presiden digelar hari ini secara jawaban Top of Mind sebanyak 50,2% masyarakat Indonesia.

''Dengan menggunakan pertanyaan yang sama secara tertutup menggunakan angket kuesioner dengan pertanyaan yang sama, tingkat elektabilitas Prabowo meningkat hingga 54,5% dan memiliki hubungan kuat dengan naiknya elektabilitas partai Gerindra 26,2%,'' ungkapnya.

Basynursyah, dalam pemaparannya, menempatkan Gerindra di posisi teratas dengan raihan 26,2%. Sedangkan PDIP di posisi kedua dengan 14,3%. "Golkar di posisi ketiga 8,2%, PKS 7,1%, Perindo 5,8%, PKB 5,7%. Disusul PAN 5,3%, Demokrat 4,6%, PPP 3,1%, NasDem 3,1%, Hanura 2,3%, PBB 2,1%, PKPI 0,9%, Berkarya 0,7%, Garuda 0,4%, dan PSI 0,1%. Sedangkan tak menjawab 10,1%," katanya.

Sed?angkan untuk calon presiden sambungnya, nama Ketua Umum Gerindra Prabowo bisa mengalahkan Joko Widodo atau Jokowi. ''Prabowo Subianto 50,2%, Joko Widodo 27,7%, Gatot Nurmantyo 7,4%, dan tokoh lain 14,7%,'' ulasnya.

Bukan hanya tingkat elektabilitas PDIP saja yang terkena imbas dari kierja Jokowi yang buruk dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, tapi partai pendukung pemerintahan Jokowi juga mendapat respons yang sama dengan menurunya elektabilitas masing-masing partai.

''Hanya Partai Perindo, partai baru yang paling punya elektabilitas tertinggi hingga 5,8%,'' tandasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww