Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
22 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
Politik
23 jam yang lalu
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
3
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
22 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
4
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan 'Para-Para Papua'
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan Para-Para Papua
5
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
6
Hasil Tes Swab BIN Diduga Tidak Akurat
Peristiwa
22 jam yang lalu
Hasil Tes Swab BIN Diduga Tidak Akurat

Korban Tewas Akibat Virus Corona Bertambah Jadi 80 Orang

Korban Tewas Akibat Virus Corona Bertambah Jadi 80 Orang
Personel medis dari militer bergerak menuju Rumah Sakit Wuhan Jinyintan, di Provinsi Hubei, China. (xinhua/kompas.com)
Senin, 27 Januari 2020 14:20 WIB
SHANGHAI - Hingga Senin (27/1/2020), tercatat jumlah korban tewas akibat terinfeksi virus corona mencapai 80 orang.

Dikutip dari kompas.com, Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan, jumlah kematian baru akibat virus corona sebanyak 24 kasus di Provinsi Hubei, sehingga total total kematian menjadi 80 kasus. Jumlah itu naik signifikan hanya dalam satu hari.

Sebagian besar kematian dan kebanyakan kasus warga terinfeksi corona terjadi di Hubei. Kota Wuhan yang terletak di Hubei merupakan pusat epidemi di mana virus diduga berasal dari pasar yang menjual hewan-hewan. Warga yang meninggal sebagian besar adalah warga lanjut usia atau warga yang daya tahan tubuhnya lemah.

Sementara itu, jumlah kasus baru yang terkonfirmasi terinfeksi virus korona tipe baru tercatat 371 kasus sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 2.744 kasus di seluruh China. Selain itu, jumlah kasus yang diduga terinfeksi virus korona sekitar 6.000 kasus dan lebih dari 30.000 orang di bawah pengawasan medis.

Jumlah kematian dan kasus baru terus meningkat di tengah upaya China dan dunia internasional untuk menghentikan penyebaran virus tersebut.

''Pemerintah China memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek selama tiga hari hingga 2 Februari untuk memperlambat penyebaran virus,'' demikian bunyi pernyataan Dewan Negara China, Senin (27/1/2020).

Pihak otoritas telah mengisolasi Wuhan secara total. Pihak berwenang membangun dua unit rumah sakit di lapangan dan mengirim ratusan bantuan medis, termasuk dokter militer.

''Saya merasa menderita dan bertanggung jawab atas wabah tersebut. Situasinya sangat parah dan pasokan medis masih terbatas,'' ujar Gubernur Hubei, Wang Xiaodong, Ahad (26/1/2020).

Pemerintah juga membatasi pergerakan masyarakat di beberapa kota lainnya melalui imbauan untuk tidak berkumpul di tempat publik dan membatasi transportasi umum. Kota Beijing, Shanghai, Xi’an, dan Tianjin bahkan telah melarang bus jarak jauh melintas.

Sejumlah sekolah di Beijing juga menunda masa masuk sekolah hingga waktu yang belum ditentukan. Adapun sekolah di Shanghai menunda masuk sekolah hingga 17 Februari 2020. Selain itu, perusahaan-perusahaan di Suzhou, Provinsi Jiangsu, diimbau untuk memperpanjang liburan hingga 9 Februari 2020. 

Beberapa provinsi telah mewajibkan warganya untuk memakai masker di tempat umum. Pemerintah juga melarang penjualan seluruh hewan eksotis hingga status darurat berakhir.

Sementara sejumlah negara berupaya untuk mengevakuasi warga negaranya di Wuhan. Amerika Serikat, Jepang, Italia, dan Perancis, misalnya, tengah mengatur rencana evakuasi menggunakan pesawat.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam

wwwwww