Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bicara Tenis Meja, Ling Ling Agustin: Itu Banyolan Doang
Olahraga
24 jam yang lalu
Bicara Tenis Meja, Ling Ling Agustin: Itu Banyolan Doang
2
Kapolda Jabar dan Muspida Bandung Ditemui OC Piala Menpora 2021
Olahraga
23 jam yang lalu
Kapolda Jabar dan Muspida Bandung Ditemui OC Piala Menpora 2021
3
Dipaksa Oral Seks, Sekretaris Mengaku Tak Berani Melawan Bos Bank Internasional
Hukum
12 jam yang lalu
Dipaksa Oral Seks, Sekretaris Mengaku Tak Berani Melawan Bos Bank Internasional
4
Paksa Sekretaris Oral Seks saat Sembahyang, Bos Bank, Jimmy: Saya Lagi Mabuk Pak
Hukum
13 jam yang lalu
Paksa Sekretaris Oral Seks saat Sembahyang, Bos Bank, Jimmy: Saya Lagi Mabuk Pak
5
Dukung KLB, Barisan Massa Demokrat Minta AHY Mundur dari Jabatan Ketum
Politik
13 jam yang lalu
Dukung KLB, Barisan Massa Demokrat Minta AHY Mundur dari Jabatan Ketum
6
Siarkan Konten Horor di Rumah Kosong, Bigo Live Gandeng Raffi Ahmad
Peristiwa
14 jam yang lalu
Siarkan Konten Horor di Rumah Kosong, Bigo Live Gandeng Raffi Ahmad

30 Jam Setelah Dilahirkan, Seorang Bayi Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona

30 Jam Setelah Dilahirkan, Seorang Bayi Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona
Bayi dalam inkubator. (kompas.com)
Kamis, 06 Februari 2020 17:51 WIB
WUHAN - Seorang bayi di Wuhan, Provinsi Hubei, China, dinyatakan dokter positif terinfeksi virus corona setelah 30 jam dilahirkan ibunya.

Dikutip dari kompas.com, bayi tersebut dilahirkan ibunya yang juga positif terinfeksi virus corona, di Rumah Sakit Wuhan, pada 2 Februari, seperti dilaporkan media China CCTV.

Setelah dilahirkan, si bayi kemudian mendapat pemeriksaan, di mana dokter menyatakan bahwa dia terinfeksi virus corona, dilansir Sky News, Rabu (5/2/2020).

Ads

Wuhan yang merupakan ibu kota Hubei adalah lokasi asal wabah virus yang sudah membunuh lebih 560 orang, dan menginfeksi lebih dari 28.000 orang.

Selain itu, terdapat 28 kasus yang dikonfirmasi positif di Eropa, demikian laporan Badan Pengedalian dan Penyakit (CDC) setempat.

Dokter menerangkan, bayi itu memang tidak menderita demam, batuk, dan tanda vitalnya stabil. Namun, dia diketahui bernapas pendek.

Tim medis segera melakukan pemeriksaan sinar X di dada, di mana hasilnya terdapat tanda virus Wuhan, dan juga kondisi livernya tidak normal.

''Kondisi ini membuat kami harus waspada penularan dari ibu ke anak bisa terjadi,'' ucap Zeng Lingkong, ketua dokter departemen pengobatan neonatal Rumah Sakit Anak Wuhan.

Pihak rumah sakit juga mengungkapkan detil soal kasus kedua yang juga melibatkan seorang bayi, di mana dia lahir sehat pada 13 Januari.

Pengasuh bayi tersebut dilaporkan terkena virus corona, dengan si ibu terserang patogen dengan kode 2019-nCov itu beberapa hari kemudian.

Sementara si bayi menunjukkan gejala pada 29 Januari. Zeng berkata, saat itu mereka tidak tahu bagaimana bayi itu bisa menunjukkan gejala virus.

''Namun kami bisa mengonfirmasi bahwa bayi itu terlibat kontak dengan pasien, di mana virus itu juga bisa menular ke bayi yang baru lahir,'' paparnya.

Zeng melanjutkan, tidak ada bayi yang mengalami kondisi kritis dari virus yang dikumandangkan sebagai darurat global oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww